Rabu, 17 Juli 2019

Kursus Ahli Gurah 25/8/19



Kursus gurah

 *PRIVAT AHLI GURAH PROFESIONAL & PELUANG BISNIS*

*(ANGKATAN KE 27*)


Anda akan dibimbing langsung  oleh Instruktur :  Bapak Sayoto - Owner Griya Sehat Klaten,  menjadi tenaga ahli gurah yang profesional serta akan diajarkan :

*  Kemampuan meramu dan meracik herbal gurah yang manjur dan aman
* Tehnik terapi gurah yang aman nyaman
* Bagaimana memulai usaha terapi gurah
* Membuka peluang usaha sebagai aktif income anda

INVESTASI : Rp 500.000;

FASILITAS :
* Buku panduan
* Makan
* Sertifikat
* Peluang usaha herbal prodak gurah asy syifa ( Alumni mendapat harga agen )
* Konsultasi setiap saat

🗓 *Tanggal :* 25 Agustus 2019*

⏰ *_Waktu :_*
*_Pkl. 09.00- Selesai  WIB_*

🏛 *Tempat :* Rumah Sehat Thera Afiat
                       Jl. Kelapa Sawit Raya  
                        Blok DD No. 15, Kelapa Gading, Jakarta Utara

*Informasi pendaftaran:*  https://wa.me/628111494599
Verri JP
Telp : 087883171247


Daftar peserta:
1.Zakaria awud Spd.I ( jakarta)
2
3
4
5
6
7
8
9
10

*Quota peserta terbatas 20 orang saja*

PPOK



Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Dr tjin Willy.
       
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah penyakit peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari paru-paru karena terhalang pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga penderitanya sulit bernapas.

Sebagian besar pederita PPOK adalah orang-orang yang berusia paruh baya dan perokok. Penderita penyakit ini memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Pada tahap-tahap awal, PPOK jarang menunjukkan gejala atau tanda khusus. Gejala penyakit ini baru muncul ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru, umumnya dalam waktu bertahun-tahun.

Terdapat sejumlah gejala PPOK yang bisa terjadi dan sebaiknya diwaspadai, yaitu:

Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh dengan warna lendir dahak berwarna agak kuning atau hijau.
Pernapasan sering tersengal-sengal, terlebih lagi saat melakukan aktivitas fisik.
Mengi atau napas sesak dan berbunyi.
Lemas.
Penurunan berat badan.
Nyeri dada.
Kaki, pergelangan kaki, atau tungkai menjadi bengkak.
Bibir atau kuku jari berwarna biru.
Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Dari tenggorokan, saluran pernapasan terbagi menjadi 2 cabang yang menuju paru-paru kiri dan kanan. Di dalam paru-paru, saluran pernapasan terbagi lagi menjadi banyak cabang yang berujung pada kantong kecil (alveoli) tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Paru-paru mengandalkan kelenturan alami dari saluran udara dan alveoli untuk mendorong udara berisi karbon dioksida keluar dari tubuh. Saat mengalami penyakit paru obstruktif kronis, baik alveoli dan seluruh cabang saluran napas menjadi tidak lentur lagi, sehingga sulit mendorong udara. Selain itu, saluran pernapasan juga menjadi bengkak dan menyempit, serta memproduksi banyak dahak. Akibatnya, karbon dioksida tidak dapat dikeluarkan dengan baik dan pasokan oksigen juga menjadi berkurang.

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit paru obstrukstif kronis. Di antaranya adalah:

Rokok. Pajanan asap rokok pada perokok aktif maupun pasif merupakan faktor utama yang dapat memicu PPOK, serta sejumlah penyakit pernapasan lainnya. Bahan kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak lapisan paru-paru dan jalan napas. Diperkirakan, sekitar 20-30 persen perokok aktif menderita PPOK. Menghentikan kebiasaan merokok dapat mencegah kondisi PPOK bertambah parah.
Pajanan polusi udara, misalnya asap kendaraan bermotor, debu, atau bahan kimia. Polusi udara dapat menggangggu kerja paru-paru dan meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis.
Usia. PPOK akan berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Gejala penyakit umumnya muncul di usia 40 tahunan.
Penyakit asma.  Penderita penyakit asma, terutama yang merokok, rentan mengalami penyakit paru obstruktif kronis.
Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga yang menderita PPOK, Anda juga memiliki risiko untuk terkena penyakit yang sama. Selain itu, adanya defisensi antitripsin alfa-1 juga dapat meningkatkan risiko terjadinya PPOK. Antitripsin alfa-1 adalah zat yang melindungi paru-paru. Defisiensi antitripsin alfa-1 dapat bermula pada usia di bawah 35 tahun, terutama jika penderita gangguan ini juga merokok.
Diagnosis Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Dokter akan menanyakan gejala, meninjau riwayat kesehatan (termasuk riwayat merokok), serta memeriksa kondisi fisik pasien . Pemeriksaan fisik terutama pada paru-paru.

Tes fungsi paru-paru (spirometri) akan dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut spirometer. Fungsi paru-paru akan dinilai melalui volume hembusan napas pasien, yang dikonversikan dalam sebuah grafik.

Jika dibutuhkan, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan yang lebih detail seperti:

Tes darah, untuk memastikan apakah pasien menderita penyakit lain, seperti anemia dan polisitemia, yang memiliki gejala serupa dengan PPOK. Tes darah juga digunakan untuk memeriksa antitripsin alfa-1.
Analisis gas darah arteri. Tes ini untuk melihat kandungan oksigen dan karbondioksida dalam darah.
Foto Rontgen dada. Foto Rontgen dada dilakukan untuk mendeteksi ganguan pada paru-paru.
CT scan, yang dapat menunjukkan gambaran paru-paru secara lebih detail.
Elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiogram, guna memeriksa kondisi jantung.
Pengambilan sampel dahak.
Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis
Hingga saat ini, PPOK termasuk penyakit yang belum bisa disembuhkan. Pengobatannya bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangan penyakit ini.

Meski demikian, kombinasi pengobatan yang tepat dapat mengendalikan gejala PPOK, sehingga penderita dapat menjalani kegiatan dengan normal. Beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan meliputi:

Penggunakan obat-obatan. Obat yang umumnya diberikan dokter paru untuk mengatasi gejala PPOK adalah inhaler (obat hirup). Contohnya adalah kombinasi bronkodilator yang melebarkan saluran pernapasan, dengan obat hirup kortikosteroid yang mengurangi peradangan pada jalan napas. Jika obat hirup belum bisa mengendalikan gejala PPOK, maka dokter dapat memberikan obat minum berupa kapsul atau tablet. Obat yang biasa diberikan adalah teofilin untuk melegakan napas dan membuka jalan napas, mukolitik untuk mengencerkan dahak atau lendir, kortikosteroid untuk mengurangi peradangan jalan napas jangka pendek saat gejala bertambah parah, serta obat antibiotik jika terjadi tanda-tanda infeksi paru-paru.
Fisioterapi dada. Program fisioterapi dada atau dikenal juga dengan rehabilitasi paru-paru merupakan program yang dilakukan untuk memberikan edukasi mengenai PPOK, efeknya terhadap kondisi psikologi, dan pola makan yang sebaiknya dilakukan, serta memberikan latihan fisik dan pernapasan untuk penderita PPOK seperti berjalan dan mengayuh sepeda.
Tindakan operasi. Tindakan ini hanya dilakukan pada penderita PPOK yang gejalanya tidak dapat direndakan dengan pemberian obat atau terapi. Contohnya adalah transplantasi paru-paru, yaitu operasi pengangkatan paru-paru yang rusak untuk diganti dengan paru-paru sehat dari donor.
Di samping penanganan medis, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh penderita untuk menghambat bertambahnya kerusakan pada paru-paru. Di antaranya adalah:

Berhenti merokok atau menghindari pajanan asap rokok. Ini merupakan langkah utama agar PPOK tidak bertambah parah.
Menghindari polusi udara, misalnya asap kendaraan bermotor.
Memasang alat pelembap udara ruangan (air humidifier).
Menjaga pola makan yang sehat.
Rutin berolahraga.
Menjalani vaksinasi secara rutin, contohnya vaksin flu dan vaksin pneumokokus.
Memeriksakan diri secara berkala ke dokter agar kondisi kesehatan bisa tetap terpantau.

Gurah
@kelapa gading
Hp/wa 08111494599
087883171247

Kamis, 04 Juli 2019

Gurah Untuk Ispa




Ispa
Definisi infeksi saluran pernapasan akut adalah penyakit infeksi pada satu bagian atau lebih saluran pernapasan mulai dari hidung sampai paru-paru dan berlangsung sampai 14 hari.

Jenis-jenis Ispa
1. Pneumona berat; ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada ke dalam atau chest indrawing.
2. Pneumonia; ditandai oleh napas cepat.
3. Bukan pneumonia; ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada, tanpa napas cepat.

Penyebab ;
1. Infeksi mikro organisma terutama kuman dan virus
2.virus penyebab : rhinovirus, Corona Virus, Virus Influenza A dan B, para influenza, adenovirus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik.

Media penularan ;
Air ludah, darah, bersin, udara yang mengandung kuman dan terhirup orang sehat.

Biasanya penyakit ini sembuh dalam 3 sampai 5 hari.
Gejalanya ; demam, batuk, pilek, hidung tersumbat, bersin2, nyeri tenggorokan saat menelan, suara serak, sakit kepala, pegal2, atau nyeri sendi, lesu, lemas, frekwensi napas cepat.

Pencegahan Ispa:
1. Tutup mulut dan hidung saat bersin
2.cuci tangan dengan sabun seusai batuk atau bersin
3.gunakan masker
4.tidak merokok
5.minum vitamin C
6. Olah raga
7. Vaksinasi
8. Peduli kebersihan dan lingkungan
9. Jangan membuang dahak dan ingus sembarangan.

Penanganan ispa :
1. Istirahat cukup
2. Makan makanan bergizi
3.beri minuman lebih banyak terutama saat batuk dan demam.
4.diberi obat penurun panas
5. Hindari penularan ke orang lain.
6. Merawat ke dokter.
7. Pengobatan tradisional bisa dilakukan gurah hidung. Untuk gurah hidung bisa hubungi :

Rumah  Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

#ispa
#notaverrijp
#Theraafiat
#gurahhidung
#gurah
#gurahsuara

Rabu, 08 Mei 2019

Efek Puasa Merokok Sebulan



Berhenti Merokok Selama Bulan Puasa, Ini Efek yang Dialami Tubuh
Aisyah Kamaliah - detikHealth

Sudah banyak yang tahu bahwa rokok bukanlah benda baik karena memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Karena rokok, risiko berbagai penyakit seperti hipertensi menjadi meningkat.

Jangan keburu merasa kepalang tanggung terjerat efek nikotin. Selama ada niat, kamu pasti bisa lepas dari kecanduan rokok. Pelan-pelan saja, coba dengan melepas rokok selama seminggu. Ini saja sudah memberikan manfaat, loh!

"Oh iya, ada penelitiannya. Mulai dari tekanan darah turun, napas lebih lega, kemudian nadi akan turun, banyak efek kesehatan yang akan membaik setelah dia berhenti merokok," jelas Dr. Erlang Samoedro, SpP, FISR, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)

Kamu juga bisa memanfaatkan momen bulan puasa tahun ini untuk berhenti merokok. Tiap ingin merokok saat sahur atau buka puasa, tahan keinginan itu dan lakukan kegiatan lain yang bisa membantu memproduksi dopamin, zat yang bikin senang, misalnya berolahraga atau makan cokelat (asal jangan berlebihan).

"Seminggu saja ada manfaatnya apalagi satu bulan ya dia berhenti merokok. Tapi jangan buka puasa langsung ngerokok ya," tambahnya.

 Untuk yang sulit berhenti merokok dan ingin stop merokok bisa hubungi Rumah Sehat Thera Afiat.

Smoker Therapy Rumah Sehat Thera Afiat

Di sana ada Thabib Verri JP MA yang melakukan terapi berhenti merokok yang namanya "Smoker Therapy", dengan cara hypnosys.
Dan dilengkapi pembersihan dua saluran pernafasan, baik pernapasan atas maupun pernapasan bawah dengan cara di gurah hidung. Sehingga bisa total kalau berhenti merokoknya. Lama waktu Terapi antara satu sampai tiga jam.

Alamat  thera afiat

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247

Buka Langsung Merokok


Buka Langsung Merokok

Siapa yang sering buka puasa langsung merokok? Alasannya beragam, paling sering sih karena mulut 'asem' kelamaan tidak merokok selama puasa seharian.

Di sela acara 'Peringatan Hari Asma Sedunia: Stop for Asthma', dr Erlang Samoedro, SpP, FISR, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan semua orang sebenarnya sudah paham betul merokok sendiri saja sudah tidak baik bagi kesehatan, apalagi sampai dilakukan saat perut kosong.

"Saat perut kosong, rokok kan efeknya salah satunya kan ke lambung, jadi dia akan mengalami gastritis atau peradangan lambung kalau dia merokok," jelas dr Erlang.

 Ia pun menyarankan untuk melakukan kegiatan lain yang membuat otak terhindar dari paparan nikotin misalnya olahraga yang juga menciptakan dopamin sehingga selalu bahagia, atau mengaji yang menenangkan jiwa.

"Ya selalu ada (dampak negatif -- red). Dampak negatif rokok semuanya juga tahu ya. Penyakit paru sebabnya juga karena rokok kebanyakan. Ya sebaiknya sih nggak merokok. Lebih baik mengaji ya daripada merokok," tandasnya.
SourceAisyah A.Detikhealth.

Untuk yang sulit  berhenti merokok dan ingin stop merokok bisa hubungi Rumah Sehat Thera Afiat.

 https://smokertherapy.blogspot.com/2019/05/buka-langsung-merokok.html?m=1

Smoker Therapy Rumah Sehat Thera Afiat

Di sana ada Thabib Verri JP MA yang melakukan terapi berhenti merokok yang namanya "Smoker Therapy", dengan cara hypnosys.
Dan dilengkapi pembersihan dua saluran pernafasan, baik pernapasan atas maupun saluran pernapasan bawah dengan cara di gurah hidung. Sehingga bisa total kalau berhenti merokoknya. Lama waktu Terapi antara satu sampai tiga jam.

Alamat  thera afiat

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247


Senin, 15 April 2019

Etika Batuk


Etika Batuk

Saat Anda batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung  dengan tisu atau sapu tangan atau lengan dalam baju Anda bukan dengan telapak tangan.

Segera buang tisu bekas batuk atau bersin ke dalam tempat sampah.

Segera cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol.
Menggunakan masker bila flu atau sedang batuk dan tidak membuang dahak di sembarang tempat.

Solusi batuk dan flu dalam pengobatan tradisional dengan menggunakan Terapi Gurah Hidung.
Terapi gurah hidung bisa dilakukan di Rumah Sehat Thera Afiat.

Iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh :

 Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941

Selasa, 09 April 2019

Tenggorokan Banyak Lendir



Dahak Di tenggorokan Tanpa Batuk

 Apakah Anda sering mengeluarkan dahak, tapi tidak dalam keadaan batuk? Tenggorokan berdahak memang kondisi yang mengganggu karena membuat bagian tenggorokan terasa seperti mengganjal. Lantas, apa yang menyebabkan tenggorokan berdahak, padahal Anda tidak dalam keadaan batuk ataupun flu? Ini jawabannya.

Sekilas tentang dahak

Sebenarnya, dahak sendiri adalah zat licin yang berfungsi sebagai pelumas sinus dan tenggorokan. Zat ini diproduksi oleh sel mukus di kelenjar lendir yang mengandung air, mucin, garam, elektrolit, dan berbagai jenis sel, seperti sel epitel.

Memiliki dahak adalah hal yang normal. Seseorang bisa saja memiliki dahak di tenggorokannya meski dalam keadaan sehat. Rata-rata tubuh menghasilkan 1-2 liter lendir sehari yang digunakan untuk menjaga kondisi tenggorokan agar selalu dalam keadaan lembap dan membantu sistem pernapasan. Selain itu, dahak juga berfungsi untuk membantu melawan iritasi dan infeksi.

Hanya saja, dalam kasus tertentu produksi dahak telalu banyak. Hal ini membuat tenggorokan Anda terus mengeluarkan dahak padahal kondisi tubuh sedang tidak dalam keadaan batuk atau flu.

Penyebab tenggorokan berdahak meski tidak batuk

Berikut beberapa faktor penyebab yang membuat tenggorokan berdahak meski tidak batuk:

1. Infeksi

Produksi lendir biasanya dipercepat saat tubuh sedang mengalami infeksi. Hal ini merupakan respon alami tubuh untuk menghilangkan partikel asing yang mungkin menyebabkan infeksi.

Singkatnya, tubuh cenderung merangsang produksi lendir guna meningkatkan pertahanannya untuk melawan serangan asing yang menular. Akibatnya, terjadilah penebalan lendir. Pada fase ini, jalan keluar yang paling mudah untuk mengeluarkan lendir kental adalah melalui tenggorokan.

2. Iritasi polutan

Tidak sengaja menghirup asap, gas beracun, seperti belerang dioksa dan nitrogen dioksida, ternyata bisa menyebabkan produksi lendir secara berlebihan. Kondisi ini membuat saluran pernapasan bengkak dan meradang. Lagi-lagi, sebagai respon paling utama, dahak akhirnya dihasilkan.

3. Sinusitis akut

Sinusitis akut adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pembengkakan rongga sinus. Pembengkakan tersebut membatasi saluran sinus yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya lendir. Sinusitis akut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau infeksi jamur.

Selain itu, tidur telentang saat Anda mengalami infeksi sinus juga menyebabkan penumpukkan lendir di bagian belakang tenggorokan, yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan dan masalah tidur.

4. Kehamilan

Ya, seiring dengan kenaikan berat, emosi yang tidak stabil, dan morning sickness, produksi lendir yang berlebih dapat terjadi akibat efek kehamilan. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat mengeringkan saluran hidung yang menyebabkannya meradang.

Nah, karena adanya masalah tersebut, produksi lendir di hidung dan tenggorokan menjadi berlebih. Untuk mengurangi melancarkan sirkulasi pernapasan akibat penumpukkan lendir, Anda bisa menggunakan lap basah hangat yang diletakkan di hidung atau pipi.

5. Mengonsumsi susu

Mengonsumsi produk susu ketika sedang flu, pilek, ataupun demam dapat menyebabkan penebalan dan tidak terkendalinya produksi lendir. Reaksi alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menyebabkan penyumbatan hidung yang membuat lendir mengalir dari hidung ke tenggorokkan.

Mengonsumsi susu, produk gandum, dan telur dapat memperparah gejala alergi makanan yang Anda alami sekaligus menyebabkan produksi lendir yang berlebih yang pada akhirnya dapat menumpuk di tenggorokan (risky Candra dan dr.yusra).

Solusi membuang lendir secara tradisional bisa dilakukan dengan gurah.

Untuk gurah yang terpercaya dan aman bisa hubungi :

Rumah Sehat Thera Afiat
Jln. Kelapa Sawit Raya Blok Dd No.15
Kelapa Gading.
Jakarta utara.
Telp.   08111494599
087883171247
Ibu Sholeh +62 896-2697-9941