Jumat, 13 Mei 2016

Radang Tenggorokan


Radang Tenggorokan.

Radang tenggorokan adalah salah satu penyakit yang paling umum dialami manusia.
Karena itulah pilihan obat-obatan dan herbal yang dapat dikonsumsi untuk mengatasinya juga banyak.

Bangsa Amerika mengandalkan kulit kayu elm merah.
Sementara masyarakat Eropa mengonsumsi teh herbal licorice Glycyrrhiza glabra atau akar marshmallow Althaea officinalis.

Sedangkan di Indonesia pilihan untuk mengobati radang tenggorokan ini adalah dengan meminum ramuan herba sebagai berikut :

Sambiloto atau meniran atau rumput mutiara, diseduh atau direbus.
Dosis 125 s/d 150 ml diminum sehari 2 kali tiap pagi dan sore.
Boleh ditambahkan madu dan jeruk nipis jika suka.

Atau telanlah jintan hitam sebanyak 1500 mg (3 kapsul) 2 X sehari selama minimal 3 hari untuk radang tenggorokkan yang masih ringan, namun penyakit sudah parah minumlah ramuan diatas selama 5 s/d 10 hari.

Semoga bermanfaat ...

*) Gambar adalah titik bekam utama untuk penyakit radang tenggorokkan.

Selesma atau common cold atau pilek

Common Cold


DEFINISI
Common Cold (pilek, selesma) adalah suatu infeksi virus pada selaput hidung, sinus dan saluran udara yang besar.

PENYEBAB
Berbagai virus yang berbeda menyebabkan terjadinya common cold:

Picornavirus (contohnya rhinovirus)
Virus influenza
Virus sinsisial pernafasan.
Ketiganya mudah ditularkan melalui ludah yang dibatukkan atau dibersinkan oleh penderita.

Belum diketahui apa yang menyebabkan seseorang lebih mudah tertular pilek pada suatu saat dibandingkan waktu lain. Kedinginan tidak menyebabkan pilek atau meningkatkan resiko untuk tertular. Kesehatan penderita secara umum dan kebiasaan makan seseorang juga tampaknya tidak berpengaruh.
Kelompok yang secara pasti lebih mudah tertular adalah orang-orang yang : - mempunyai kelainan pada hidung atau tenggorokan (misalnya pembesaran amandel) - kelelahan atau stres emosional - alergi di hidung atau tenggorokan - wanita pada pertengahan siklus menstruasi.

GEJALA
Gejala mulai timbul dalam waktu 1-3 hari setelah terinfeksi.
Biasanya gejala awal berupa rasa tidak enak di hidung atau tenggorokan.
Kemudian penderita mulai bersin-bersin, hidung meler dan merasa sakit ringan.

Biasanya tidak timbul demam, tetapi demam yang ringan bisa muncul pada saat terjadinya gejala.

Hidung mengeluarkan cairan yang encer dan jernih dan pada hari-hari pertama jumlahnya sangat banyak sehingga mengganggu penderita.
Selanjutnya sekret hidung menjadi lebih kental, berwarna kuning-hijau dan jumlahnya tidak terlalu banyak.

Gejala biasanya akan menghilang dalam waktu 4-10 hari, meskipun batuk dengan atau tanpa dahak seringkali berlangsung sampai minggu kedua.

KOMPLIKASI

Komplikasi bisa memperpanjang terjadinya gejala:

Infeksi saluran udara (trakea) disertai sesak di dada dan rasa terbakar
Gangguan pernafasan yang lebih berat terjadi pada penderita bronkitis atau asma yang menetap
Infeksi bakteri pada telinga, sinus atau saluran udara (infeksi trakeobronkial).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.

PENGOBATAN
Penderita diusahakan selalu dalam keadaan hangat dan nyaman, serta diusahakan agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.
Jika terdapat demam atau gejala yang berat, maka penderita harus menjalani tirah baring di rumah.

Minum banyak cairan akan membantu mengencerkan sekret hidung sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan/dibuang.

PENCEGAHAN
Antibodi yang terbentuk pada saat seseorang terserang pilek akan menurun setelah beberapa waktu dan virus penyebab pilek jumlahnya sangat banyak, karena itu orang terus terserang pilek dari waktu ke waktu di sepanjang hidupnya.
Belum ditemukan vaksin yang efektif untuk setiap jenis virus pernafasan.

Tindakan pencegahan yang paling baik adalah menjaga kebersihan.
Banyak virus common cold yang ditularkan melalui kontak dengan ludah yang terinfeksi, karena itu untuk mengurangi penularan sebaiknya sering mencuci tangan, membuang tisu kotor pada tempatnya serta membersihkan permukaan barang-barang.

Vitamin C dosis tinggi (2000 mg per hari) belum terbukti bisa mengurangi resiko tertular atau mengurangi jumlah virus yang dikeluarkan oleh seorang penderita.

Tingkatkan imunitas tubuh dgn herbal2 yg bisa meningkatkan imunomodulator sprti jahe, kunyit, lengkuas dll dan pengeluaran sekret sprti daun saga, kencur, mint dll. Boleh ditambah antioxidant sprti daun sirsak, lycopen dari tomat yg dipanaskan dll.

Sinusitis



Herbal untuk penyembuhan Sinusitis (Ringkasan dari tulisan dr Prapti di Majalah Trubus)

1. Dalam bentuk kapsul berisi daun sendok, rimpang kunyit putih dan daun sambiloto
2. Dalam bentuk rebusan, 20 gr daun sendok, 20 gr rimpang kunyit putih dan 10 gr daun sambiloto  direbus dalam 5 gelas air hingga menjadi 3 gelas, diminum pagi dan sore hari.

Pembersihan lendir di sinus frontalis, sinus ednoid dan sinus maksilaris
Dengan cara digurah.

Untuk gurah hubungi ;
Rumah Sehat Thera Afiat
Jl. Kelapa sawit raya Blok DD no. 15
Kelapa gading

Telp : 08111494599
087883171247

Jumat, 29 April 2016

Diphteria

Diphteria

Etiologi :
- Corynebacterium dyptheriae

Gejala dan tanda2 :
- Nyeri tenggorokan
- demam
- tonsolitis, faringitis dengan membentuk pseudomembran pada tonsil, faring dan hidung.
- leher bengkak.

Faktor resiko : anak2 yg belum divaksin.

Transmisi : kontak

Komplikasi : miokarditis,pleuritis, obstruksi jalan napas, dapat menyebabkan kematian.

Pebcegahan : vaksinasi DPT.(dyphteria)

Diagnosis mikrobiologi ;
Kalau dilihat mikroskop bentuk baksilnya Palisade.

Media agar darah.
- koloni kecil, warna abu2, tapi irregular, zona hemolisis kecil.

Media agar tellurite:
- koloni warna coklat kehitaman.
. Aerob obligat.
. 4 tipe :
1. Grafis
2. Mitis
3. Intermedius
4. Belfanti.

Diagnosis mikrobiologi;
Uji antitoksin ;
- letakkan kertas saring berbentuk cakram yg telah diberi antitoksin diatas biakan.
- hasil : berbentuk garis presipitasi antara cakram dengan pertumbuhan koloni bakteri.

Pertusis

Pertusis

Etiologi :
- bordatella pertussis
- bordatella para pertussis

Biasanya menyerang anak2.

- batang/ kokobasil gram negatif
- aerob
- menghasilkan toksin :
. Exotoxin.
. Citotoxin
. Menghancurkan sel epitel bersilia.

. Masa inkubasi 7 - 10 hari.

. Stadium sakit :
1. Catharral : 1 - 2 minggu
. Rhinitis
. Batuk ringan
. Bersin2.

2. Paroxymal : 2-3 minggu
. Batuk paroksimal : batukbterus menerus, disertai bunyi whoop, diakhiri muntah, recovery over 3-16 minggu.

3. Konvalessen : 3 - 12  minggu

TRANSMISI :
- Kontak langsung dengan droplets
- tetap menular walau batuk sudah sembuh selama 3 minggu.
- dapat ditularkan oleh orang yg telah imun kepada yg belum imun.
- siklus epidemi : tiap 2- 5 tahun.

Diagnosis  mikrobiologi :
- specimen collection :
. Swab nasofaring dengan kapas calcium alginate.
× pemeriksaan mikroskopis :
- pemeriksaan direct fluorescent antibody (dfa)
- kokobasil gram negatif.

Terapi :
Antibiotika : Erythromicyn
- memperbanyak cairan
- istirahat

Pencegahan ;
- imunisasi

Epiglotitis

Epiglotitis

Etiologi :
- H. Influenzae tipe B

Manifestasi klinik :
- Demam
- nyeri twnggorokan
- nyeri saat menelan.
- obstruksi jalan napas.

Diagnosis mikrobiologi :
- Specimen collection :
. Swab epiglotis
. Darah

Pemeriksaan mikroskopis :
. Preparat dari swab
. Sel PMN
. Batang gram negatif pleomorfik.

Kultur :
. Swab eksudat
. Darah
 × media agar coklat
 X inkubasi dg co2, 5 - 10%.
 X identifikasi :
-  faktor x dan v
- tes porphyrin
- hemolisis : pada media agar darah casman.

Terapi medis :

Antibiotika :
- cefaklor
- tetracyclin
- chloramphenicol

. 100 persen fatal.

Pencegahan
.HIB - C Vaccine.

Tonsilitis dan Faringitis

2. Tonsilitis dan faringitis

Etiologi :
-Virus
- Bakteri :
.Streptococcus pyogenes
. Corynebacterium dyptheriae (difteri)
. Borelia vincenti : ulkus pada gusi dan tenggorokan.

Gejala / tanda2:
. Nyeri twnggorokan
. Nyeri menelan
.Demam


Tonsilitis ;
. Tonsil hiperemis
. Tonsil membesar T2- T2, T2-T3.
. Detritus (+)

Faringitis ;
. Dinding farung posterior hiperemis.
. Granutas (+) kronik.

Gejala :
. Abses peritonsilar, yang tidak diobati dg tepat jarang.
. Otitits media
. Sinusitis
. Produksi erythrogen toxin menyebar ke kulit timbulkan scarlet fever.
. Demam rheumatic
. Penyakit jantung rheumatic
. Glomerulonefritis akut.

Diagnosis mikrobiologi :
.swab tenggorok
. Pemeriksaan mikroskopik
. Kultur.
- media agar darah
- media agar coklat
- media loeffler.