Tampilkan postingan dengan label Tangsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangsel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2020

Bahaya Desinfectant Chamber


*Notulensi Webinar*
*Busting the Myths: Desinfecting Coronaviruses*
Pembicara: Bimo A. Tejo, Ph.D
Associate Professor Department of Chemistry Universiti Putra Malaysia
Sabtu, 28 Maret 2020


1. Disinfectant chamber tidak efisien untuk disinfeksi yang tujuannya menghilangkan virus.
2. Cairan yang dipergunakan untuk disinfeksi, misalnya Alcohol dan Chlorine bersifat highly irritative untuk mata dan saluran pernafasan.
3. Jika cairan tersebut digunakan untuk tujuan desinfeksi, maka diperlukan waktu kontak minimal 10 s/d 30 menit baru bisa mendesinfeksi virus. Sedangkan pada desinfektant chamber waktu kontak tidak lebih dari 1 menit.
4. Waktu kontak bisa dipersingkat dengan cara melakukan gerakan mekanis misalnya dengan menggosok-gosokkan seperti yang kita lakukan pada saat mendesinfeksi meja dan permukaan benda lainnya.
5. Cara paling baik yaitu CTPS (Cuci Tangan Pake Sabun).
6. Untuk desinfeksi benda bisa menggunakan sabun (paling baik), selain itu juga bisa menggunakan bahan berdasar Alcohol, Chlorine, baru kemudian golongan Lysol, Wipol dan sejenis. Ini hanya digunakan untuk benda, tidak untuk penggunaan langsung pada manusia.
7. Untuk disinfectant chamber yang menggunakan bahan kimia Alkohol atau Chlorine, msyarakat bisa menolak untuk masuk karena karena risiko nya lebih besar daripada manfaatnya.
8. Untuk mendesinfeksi karpet atau permukaan yang berpori, pergunakan cairan Bayclean dengan konsentrasi yang lebih tinggi yaitu 1:10 daripada 1: 100.


Rangkuman Webinar IIHA
(*Ratih, PPDS Kedokteran Okupasi 2020*)

Untuk Mencegah Covid 19







Untuk menjaga diri dari serangan Covid 19

Ketahanan Tubuh atau Imunitas yang terbaik adalah dari asupan. Makanan sehat, berjemur pagi, cukup minum, istirahat cukup, olah raga dan tidak stres.
Ketahanan tubuh tidak diperoleh dari obat2an atau vaksin.

Salam,
Rumah Sehat Thera Afiat
Kelapa Gading jakarta.
Sarua Permai, Pamulang, Tangsel.
Wa 08111494599

Covid 19 Penyakit Epidemi



*GENUS EPIDEMICUS COVID 19 DAN HOMOEOPATHIC PROPHYLAXIS*

Coronavirus atau yang disebut Covid 19 adalah Penyakit Epidemi, dokter Hahnemann merumuskan teori Genus Epidemicus yang disusun dalam Organon of Medicine, pada Aphorism 102, Hahnemann menulis bahwa; "Semua orang yang dipengaruhi epidemi umumnya pada waktu tertentu pasti mengindap dari satu sumber atau sumber yang sama, maka menderita penyakit yang sama, meskipun demikian dalam pengertian luas, penyakit epidemi itu tidak dapat dipelajari dari satu pasien tunggal, tetapi hanya ditarik kesimpulan dan dipastikan dari penderita beberapa pasien dengan dasar berbeda".

Sejak awal Homoeopathy ditemukan telah mampu memperlakukan Penyakit Epidemi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Ketika pada tahun 1801 terjadi Epidemi Demam Berdarah (Scarlet fever), pada awalnya Hahnemann menggunakan Belladonna sebagai Prophylaxis juga sebagai Pengobatan selama terjadi Epidemi dengan hasil memuaskan. Keberhasilannya begitu mengesankan sehingga banyak dokter yang masih bergaya tradisional mengadopsi prosedur perawatan ini dan mulai memuji kehebatan obat Balladonna.

Demikian pula selama Epidemi Kolera di Eropa pada tahun 1849. Hasil dari perlakuan pengobatan standar pada waktu itu menunjukan tingkat angka kematian antara 54 - 90 persen, sedangkan orang orang yang diobati dengan Homoeopathy menunjukan angka tingkat Mortalitas hanya 5 - 16 persen.

Epidemi yang paling parah sepanjang masa adalah Pandemik Influenza yang terjadi pada tahun 1918. Duapuluh persen penduduk dari seluruh penduduk dunia terinfeksi, diantaranya 20 - 40 juta penduduk meninggal dunia.
Epidemi begitu menghancurkan, dengan tingkat rata rata siklus hidup di Amerika Setikat menurun selama sepuluh tahun.

Selama Epidemi, obat Homoeopathic digunakan secara luas untuk Pengobatan juga sebagai Prophylaxis.
Tingkat Mortalitas rata rata dari hasil perlakuan Pengobatan Standar berkisar antara 2,5 - 10 persen, sedangkan jumlah pasien yang meninggal  dengan perlakuan Homoeopathy hanya sebesar 1 persen, bahkan kurang.

Berkaitan dengan Epidemi Covid 19 yang melanda hampir di seluruh negara di Dunia, kasusnya hampir serupa dengan Pandemik Influenza yang terjadi pada tahun 1918 - 1919.

Dalam penanggulan Covid 19, baik Pencegahan maupun Pengobatan harus dikaitan dengan Genus Epidemicus, dengan memperhatikan tiga aspek yaitu Philosophy, Psikologis dan Phisiologis sesuai karakter pada posisi tentu.

Apabila dilihat dari sudut pandang Psikologis merupakan fakta yang tidak terbantahkan bahwa Ketakutan dan Kecemasan adalah penyebab penyakit yang luar biasa. Stres dapat merugikan sistem selama epidemi, menyebabkan rentan terhadap penyakit.
Setidaknya beberapa kasus dalam suatu epidemi ketakutan dan kecemasan itu sendiri merupakan faktor utama yang bertangung jawab bagi individu yang terkena penyakit.

Tindakan preventif dengan menggunakan obat Homoeopathy dapat meredakan rasa takut pada tingkat kecemasan dalam kasus seperti ini, membuat mereka tidak mudah untuk mengembangkan penyakit.
Bahkan dalam mayoritas, kenyamanan yang ditawarkan obat Homoeopathy memiliki efek positif, dan melengkapi tindakan obat serupa pada sistem kekebalan tubuh. Karena obat Homoeopathy memiliki efek sitimulasi pada sistem kekebalan tubuh.

Jadi sebenarnya yang paling berbahaya dari epidemi adalah tingkat Ketakutan dan Kecemasan yang berlebihan, yang biasanya disebabkan oleh obsesi berita media massa.
Sebagai langkah langkah dalam Penanggulangan dan Pencegahan Covid 19, selain mengkonmsi Obat Homoeopathic Prophylaxis, juga penting untuk selalu berpikir positif, menjaga kesehatan dasar dengan pola hidup sehat, banyak mengkonsumsi Buah dan Sayur, Makan makanan Sehat dengan nilai Gizi seimbang.

IHI, 1402020

Selasa, 24 Maret 2020

Manfaat Berjemur VS Corona



Salah satu tips agar Imun tubuh tetap terjaga adalah dengan  berjemur punggung 15 mnt pada jam 10 - 10.15 tiap hari utk menjaga Kekebalan tubuh.
Krn Ultraviolet D2 itu keluarnya jam 10.00an.

Jadi Biar kolesterol kita bisa dirubah menjadi vitamin D3 ( utk kekebalan tubuh) dan utk kekuatan tulang.                      
Dan jangan lupa bawa air mineral dan diminum setiap 15 menit, jangan biarkan tenggorokan kita kering dan tentunya jaga hati kita tdk dikuasai kecemasan dan ketakutan.
Inilah Kuncinya agar kita kebal thdp segala Virus!

Herbalnya untuk imunitas bisa dengan ramuan empon-empon.
Untuk informasi empon-empon bisa hubungi Rumah Sehat Thera Afiat.
Wa 08111494599.
Bisa diorder online.

#empon-empon
#notaverrijpma
#theraafiat